AWAL MULA KESYIRIKAN

AWAL MULA KESYIRIKAN

AN MU'ASASAH

Allah ﷻ berfirman

وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagus Ya'ud dan Nasr.” (Nuh 23)

Ini adalah nama berhala-berhala sesembahan mereka selain Allah. Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari ibnu Juraij dan Ata, dari Ibnu Abbas, bahwa berhala-berhala yang ada pada kaum Nuh itu kemudian menjadi sembahan orang-orang Arab di kemudian harinya. Wadd sembahan Bani Kalb yang terletak di Daumatul Jandal, suwa' sembahan Huzail, yagus sembahan Murad, kemudian Bani Gatif di Al-Jirf di negeri Saba, sedangkan ya'uq adalah berhala sembahan Hamdan, dan nasr sembahan Himyar dan keluarga Zul Kala'.

Pada mulanya nama-nama tersebut merupakan nama orang-orang saleh dari kalangan kaum Nabi Nuh Ketika mereka meninggal dunia, setan membisikkan kepada kaum mereka, "Buatkanlah tugu-tugu pada bekas tempat-tempat duduk mereka berupa patung-patung, lalu namailah dengan nama-nama mereka." Maka mereka melakukannya, dan pada mulanya tidak disembah. Tetapi lama-kelamaan setelah ilmu diangkat dari mereka, maka mulailah patung-patung itu disembah dan dipuja. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ikrimah, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Ibnu Ishaq.

Ali ibnu Abu Talhah رضي الله عنه telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, bahwa berhala-berhala tersebut merupakan sembahan-sembahan di masa Nabi Nuh عليه السلام

Ibnu Jarir رحيمه الله mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Mahran, dari Musa, dari Muhammad ibnu Qais sehubungan dengan makna firman-Nya: yagus, ya 'uq dan nasr. (Nuh: 23) Bahwa mereka adalah orang-orang yang saleh yang hidup di masa antara Adam عليه السلام dan عليه السلام mereka mempunyai banyak pengikut yang mengikuti jejak mereka. Dan ketika mereka telah meninggal dunia, para muridnya yang setia mengikuti jejaknya mengatakan, "Sebaiknya kita buatkan patung-patung mereka sebagai peringatan buat kita yang akan mendorong kepada kita untuk tetap giat beribadah." Lalu mereka membuat patung-patungnya, dan ketika generasi itu telah meninggal dunia, lalu datang generasi berikutnya iblis membisikkan kepada mereka dan mengatakan, "Sesungguhnya generasi terdahulu hanyalah menyembah berhala-berhala ini, dan karena berhala-berhala inilah mereka dahulu diberi hujan, maka kalian pun sebaiknya menyembahnya."

Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Nabi Syits عليه السلام. telah meriwayatkan melalui jalur Ishaq ibnu Bisyr yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Juwaibir dan Muqatil, dari Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Adam عليه السلام mempunyai empat puluh orang putra dua puluh orang laki-laki dan dua puluh orang perempuan.-Di antara mereka yang hidup ialah Habil, Qabil,Saleh, Abdur Rahman yang juga dinamai Abdul Haris, dan Wadd. Nama lain dari Wadd ialah Syis, juga disebut dengan nama Hibatullah, dan saudara-saudaranya telah membuatnya menjadi hitam. Lalu Adam beranak lagi, yaitu Suwa', Yagus, Ya'uq, dan Nasr. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Wadd adalah putra Adam yang paling besar dan paling berbakti kepadanya.

Ibnu Abu Hatim رضي الله عنه mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Amr Ad-Dauri, telah menceritakan kepadaku Abu Ismail Al-Mu'addib, dari Abdullah ibnu Muslim ibnu Hurmuz, dari Abu Hirzah, dari Urwah ibnuz Zubair yang mengatakan bahwa Adam عليه السلام jatuh sakit, sedangkan di hadapannya terdapat semua anaknya, Wadd, Yagus, Ya'uq, Suwa', dan Nasr. Ibnuz Zubair mengatakan bahwa Wadd adalah yang paling besar dari mereka, dan dialah yang paling berbakti kepada ayahnya.

Ibnu Abu Hatim رضي الله عنه mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Mansur, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ya'qub, dari Abul Mutahhiryang telah mengatakan bahwa orang-orang memperbincangkan perihal Yazid ibnul Muhallab di tempat Abu Ja'far yang saat itu Abu Ja'far sedang mengerjakan salat. Setelah selesai dari salatnya, Abu Ja'far berkata, "Kalian telah membicarakan perihal Yazid ibnul Muhallab. Ketahuilah bahwa dia telah terbunuh di suatu tempat yang padanya mula-mula disembah selain Allah."

Kemudian ia menyebutkan perihal seorang lelaki muslim yang dicintai di kalangan kaumnya. Ketika ia mati, mereka mendiami sekitar kuburnya. Hal ini terjadi di suatu tempat di negeri Babil, sikap demikian itu karena kedukaan mereka atas kepergiannya. Ketika iblis melihat kedukaan mereka atas meninggalnya lelaki itu, maka ia mengubah dirinya menjadi seorang manusia, lalu berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku melihat duka cita kalian atas kepergian laki-laki ini, maka bolehkah aku membuat patung untuk kalian yang serupa dengan bentuk laki-laki ini di tempat perkumpulan kalian, sehingga kalian dapat mengingatnya?". Mereka menjawab, "Baiklah." Lalu iblis membuat patung lelaki itu, kemudian mereka meletakkan patung itu di tempat perkumpulan mereka, dan karenanya mereka selalu mengingatnya. Ketika iblis melihat kerinduan mereka kepada laki-laki itu, ia berkata, "Bolehkah aku buat sebuah patung untuk tiap-tiap rumah seseorang dari kamu, sehingga di dalam rumahnya terdapat patungnya, dan ia dapat selalu mengingatnya?" Mereka menjawab, "Boleh." Maka setan membuat bagi tiap-tiap ahli bait sebuah patung yang mirip dengan lelaki muslim yang mereka cintai itu. Mereka menerimanya dan selalu mengingatnya dengan adanya patung itu di tiap-tiap rumah mereka.

Kemudian anak-anak mereka menjumpai apa yang diperbuat oleh orang tua-orang tua mereka, lalu mereka mengikuti jejaknya, kemudian mereka berkembang biak dan telah punah kisah mereka tentang patung lelaki muslim itu, pada akhirnya generasi-generasi berikutnya menjadikan patung itu sebagai sesembahan mereka selain Allah. Maka patung yang mula-mula disembah selain Allah adalah berhala yang mereka namai Wadd.

Coba perhatikan kembali kisah di atas, walaupun berbeda menafsirkan pada intinya mereka yang dijadikan berhala oleh kaum Nuh adalah orang-orang Shalih, dalam artian mereka sudah dipastikan masuk Surga. Karena sebelum Nuh عليه السلام di utus Allah, penduduk muka bumi tidak pernah melakukan kesyirikan.

Rasul yang pertama kali Allah turunkan adalah Nuh عليه السلام, walaupun Adam عليه السلام dan Idris عليه السلام juga seorang Rasul tetapi tugas yang diberikan kepada Nuh عليه السلام mewakili segala tugasnya para Rasul. Maka dari itu Nuh عليه السلام disebut pertama dari ke lima Ulul Azmi setelah Ibrahim عليه السلام, Musa عليه السلام, Isa عليه السلام dan Rasulullah ﷺ.

Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Kami wahyukan kepadamu. (Asy-Syura: 13)

Disebutkanlah rasul pertama sesudah Adam عليه السلام. yaitu Nuh عليه السلام. dan rasul yang terakhir, yaitu Rasulullah ﷺ . Kemudian disebutkan sesudahnya rasul-rasul yang bergelar ulul 'azmi mereka adalah Ibrahim عليه السلام, Musa عليه السلام dan Isa putra Maryam عليه السلام. Ayat ini menyebutkan semua rasul ulul 'azmi yang lima orang sebagaimana yang disebutkan dalam suatu ayat dan surat Al-Ahzab melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam. (Al-Ahzab: 7)

Agama yang dibawa oleh para rasul semuanya adalah agama tauhid, yaitu yang menganjurkan menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi­Nya. Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (Al-Anbiya: 25)

Dan di dalam hadis disebutkan seperti berikut:

Kami para nabi adalah saudara yang berbeda-beda ibu, tetapi agama kami satu.

Dengan kata lain, kesamaan yang ada di antara mereka ialah menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, sekalipun syariat dan tuntunannya berbeda-beda. Seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. (Al-Maidah: 48)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Tegakkanlah agamamu dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. (Asy-Syura: 13)

Allah Azza wa Jall memerintahkan kepada semua nabi untuk rukun dan bersatu, serta melarang mereka berpecah belah dan berlainan pendapat.

Firman Allah Azza wa Jall

Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. (Asy-Syura: 13)

Yakni amat berat bagi mereka dan mereka antipati terhadap ajaran tauhid yang engkau serukan kepada mereka, hai Muhammad. Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:

Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (Asy-Syura: 13)

Dialah yang menentukan hidayah bagi siapa yang berhak menerimanya. Dia pula yang menetapkan kesesatan atas orang yang lebih memilih jalan kesesatan daripada jalan petunjuk

Report Page