3333

3333

d

Boran mencoba melakukan penyerangan. Ia menggiring bola menuju ring, namun ia dihadang oleh Yi Fan. Yi Fan nyengir.

"Kau tak mendekati adikku lagi?"

"Tak ada kesempatan"

Boran melakukan pivot, ia mencoba mengecoh Yi Fan. Namun, Yi Fan sepertinya sudah membaca pergerakan Boran.

"Aku mengijinkanmu"

Boran memicingkan matanya, "Ah, itukah yang kau bilang pada Sehun?"

"Hmm"

Yi Fan menutup ruang gerak Boran, mereka bertubrukan membuat Yi Fan terjatuh. Boran menyeringai, berlari mendekati ring dan melakukan lay-up. Setelah memasukkan bola ke dalam ring, ia mendekati Yi Fan yang masih terduduk, sepertinya ia mulai kehabisan tenaga.

"Tak heran tampangnya sudah seperti menahan diare saat menatapku"

Boran melirik Sehun yang duduk tenang di tribun. Kedua tangannya ia letakkan didepan dada. Matanya memicing, seolah-olah dengan melakukan hal itu maka Boran langsung hilang tertelan bumi. Boran menarik lengan Yi Fan agar dirinya segera berdiri, Yi Fan hanya tertawa saat mengikuti arah lirikan Boran.

Boran menunjuk bekas luka yang berada pelipisnya, "Kau tak ingat bekas luka ini dibuat oleh siapa? dan kini kau berkata mengijinkanku untuk mendekati Luhan?"

Boran berkacak pinggang sekarang, "Kau benar-benar mengijinkanku, atau hanya kecewa Luhan sudah melupakanmu?"

"Jing Bou! aku benar-benar mengijinkanmu, setidaknya aku sudah yakin kau pria baik-baik. Aku merasa tenang jika Luhan bersamamu"

Boran beringsut menjauh, ia berjalan menuju tepi lapangan menuju botol-botol minum yang tergeletak dibangku tribun. Yi Fan mengikuti, ia mendudukan diri disebelah sahabatnya yang kini sedang menenggak air mineral.

"Kau hanya cemburu"

Yi Fan tak menimpali, ia meraih handuk kecil lalu mengelap keringat pada dahi dan lehernya, sedangkan pakaiannya sudah basah kuyup.

"Kenapa kau jadi mengerikan begini Kris? Aku pikir dulu kau tak seposesif ini. Sekarang kau cenderung brothercomplex"

Yi Fan tertawa mengerikan namun wajahnya berubah sendu setelahnya "Aku hanya ingin memastikan Luhan bersama orang yang tepat setelah kejadian itu, Jing Bou"

Boran menghela nafas panjang. Ia sedikit banyak ikut sedih melihat sahabatnya tersiksa seperti ini. Boran ikut berperan banyak untuk menemani saat Luhan sedang terpuruk. Saat itu Luhan sering kedapatan menangis saat sendirian. Boran juga seringkali menemukan adik sahabatnya itu memainkan piano dengan irama-irama yang menyayat hati lalu berakhir menangis di pelukan Boran. Boran memukul-mukulkan tangannya pada punggung Yi Fan, berusaha mencairkan suasana.

"Jing Bou.."

"Hm?"

"Aku bersumpah menjadikan Luhan milikku lagi jika ada yang menyakitinya"

Boran merasakan bulu kuduknya merinding saat suara tertahan Yi Fan memasukki pendengarannya. Ia tahu bahwa sahabatnya ini tak pernah main-main.

"Hey, jangan begini Kris, denganku atau tidak aku akan menjaga Luhan dengan baik. Jangan paksa Luhan, okay? Biarkan dia memilih"

.

.

BUG!

Ada erangan sakit setelahnya. Yi Fan dan Boran sama terkejutnya, matanya menoleh ke sumber suara. Kedua pria itu menemukan Luhan dengan wajah memerah terlihat marah. Wow! Luhan memukul Junmyeon?

"Luhan!" -suara Sehun. Ia tergopoh-gopoh mendekati kekasihnya sembari membenarkan topi hitamnya.

Yi Fan dan Boran segera mendekat ke tempat kejadian. Kini ada lima orang yang mengelilingi Luhan dan laki-laki yang bernama Junmyeon, Yi Fan, Boran, Yuta, Taeyong, dan Yixing. Sehun sudah mendekap Luhan yang saat ini berkaca-kaca, sedangkan Junmyeon masih dengan tampang bodoh terkejut sambil memegang pipinya yang terasa panas.

"Yak! apa yang kau lakukan hah?" Suho berteriak kencang, masih mengusap-usap pipinya yang merah sekarang.

"Kau brengsek" Luhan mengumpat lalu beringsut pergi, Sehun mengikuti kekasihnya dengan tampang bingung.

Semua orang yang tertinggal memandang Junmyeon meminta penjelasan. Yuta menatap kasihan pada Junmyeon yang kini merasa terhakimi. Hey, siapa sih yang jadi korban disini? Yuta yang mengetahui kejadiannya mulai bersuara.

"Ano, Suho-hyung kelepasan bicara tadi.. dia bilang Luhan hyung cantik sekali dengan apple hair-nya"

Taeyong tak tahan untuk tak menceritakan kejadiannya, ia bicara sambil terkikik menahan air mata "..Suho hyung bilang kalau Luhan-hyung yang begitu terlihat uke sekali"