24 SHAFAR 1443

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ۞ إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ ٱلْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُۥۚ وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ ۞ وَلِيُمَحِّصَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَمْحَقَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman. Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zhalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir. (Aali Imran 139-141)
Abu Hurairah راضي الله عنه berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda: "Zaman akan semakin dekat (waktu seakan singkat), ilmu semakin berkurang, fitnah bermunculan, banyak sifat kikir dan menyebar Al harj." Dikatakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, apa itu (Al harj)?" beliau menjawab: "Pembunuhan, pembunuhan." (Abu Dawud 3713, Bukhari 5577, 6537. Muslim 4827. Ibnu Majah 4042. Ahmad 6889)
Ini adalah Janji Allah azza wa Jall yang pasti terjadi di setiap jaman. Allahul 'Adl Allah yang Maha Adil, tidaklah Dia ciptakan suatu kejadian kecuali pasti menimpa pada setiap jaman.
Akan tetapi kita lebih terfokus kepada kaum Bani Israil, karena Bani Israil adalah saingannya Ummat Muhammad ﷺ di akhirat nanti. Untuk itu Allah selalu memberikan kisah-kisah mereka yang mendominasi kisah-kisah dalam Al Qur'an untuk menjadi Ibrah orang-orang yang akan datang atau setelahnya.
Jaman Haraj ini pernah terjadi pada zaman setelah wafatnya Nabi Sulaiman عليه السلام, pada zaman inilah Orang-orang Bani Israil yang sebagian besarnya mulai menunjukkan kezhalimannya mulai mengintai serta membunuhi para Nabi. Intaian mereka yang pertama adalah Nabi Ilyas عليه السلام.
Jaman pun semakin parah saat menimpa zaman kenabiannya Isa عليه السلام. dimana sang Pamannya yang bernama Nabi Zakaria عليه السلام dan anaknya yang bernama Yahya عليه السلام tidak luput dari pembunuhan yang di makar-kan oleh sebagian besar Bani Israil.
Tak luput juga Ibunya Isa عليه السلام yakni Maryam binti Imran عليها السلام menjadi sasaran fitnah keji dengan dalih Perzinahan.
Banyak kejadian kejadian kelam yang dialami oleh kaum muslimin saat itu yang Allah abadikan dalam Al Qur'an Hadist Rasulullah ﷺ. Seperti kisah Ashabul Kahfi, Ashabul Qaryah, Ashabul Ukhdud. Hingga diakhiri dengan peristiwa Raja Yaman yang hendak menghancurkan Ka'bah.
Dan Sunnatullah itulah yang Rasulullah ﷺ maksudkan yang mana akan menimpa umat nya di setiap babak.
Sebagai contoh Sabda Nabi ﷺ ini
Nabi ﷺ bersabda “Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam diam.” (HR Ahmad; Shahih)
Dalam Hadist tersebut Rasulullah ﷺ membagi fase kehidupan atau kekuasaan di dunia ini menjadi 5 Fase, Yakni Fase Kenabian, Fase Khilafah, Fase Mulkan Adldlan (Kerajaan), Fase Mulkan jabariyan dan kembali lagi kepada Fase Khilafah.
Dan pada setiap Fase tersebut ada kalanya Haraj itu menimpa.
A. AL HARAJ PADA FASE KENABIAN.
Al Haraj juga datang pada fase kenabian. Sebelum turunnya atau diutusnya Nabi, semua penduduk di dunia ini bersatu dalam kekafiran, bahkan jumlah peperangan pun justru menipis. ini sesuai dengan Firman Allah azza wa Jall dalam surat Al Baqarah ayat 213
كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً وَٰحِدَةً فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّۦنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِۚ وَمَا ٱخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلْحَقِّ بِإِذْنِهِۦۗ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
ibnu Abbas راضي الله عنه dan Ibnu Katsir menyatakan bahwa yang dimaksud dengan "Wāhidah" ini adalah bersatu dalam Syirik atau tidak ada orang yang mengetahui Uluhiyyah nya Allah. Maka setelah Allah utus Rasul, dilanjutkan pada Firman Nya : "Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri".
Hal ini senada dengan perkataan Waraqah Ibn Naufal saat didatangi oleh Khadija راضي الله عنها dan Rasulullah ﷺ pada masa Wahyu pertamanya : Dari Imam Bukhari رحمه الله bahwasanya "Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah bercerita kepada kami Al Laits berkata telah bercerita kepadaku 'Uqail dari Ibnu Syihab aku mendengar 'Urwah berkata, 'Aisyah راضي الله عنها berkata; "Maka Nabi ﷺ kembali kepada Khadijah dalam keadaan jiwa yang berguncang. Maka Khadijah membawa Beliau menemui Waraqah bin Naufal, seorang yang beragama Nashrani dan membaca Kitab Injil dalam bahasa 'Arab. Kemudian Waraqah berkata; "Apa yang kamu lihat?". Lalu Beliau menceritakannya. Waraqah berkata; "Ini adalah an-Namus, yang telah Allah turunkan kepada Musa عليه السلام. Dan seandainya aku hidup hingga masa kamu, aku pasti akan menolongmu dengan pertolongan yang gigih". Dan istilah Namus adalah penyimpan rahasia yang mengungkapkan apa yang disembunyikannya dari orang lain. (Maksudnya adalah malaikat عليه السلام).
Dan semua itu terbukti, kaum muslimin pada fase awal-awal Kenabian Muhammad ﷺ hidup dengan penuh intimasi dan pembunuhan, korban mulia (Syahid) yang pertama-tama dari ummat nya Rasulullah ﷺ adalah Yasir dan isterinya راضي الله عنهما.
B. AL HARAJ PADA FASE KHILAFAH
Al Haraj ini mulai terjadi saat Khalifah Ali bin Abi Thalib راضي الله عنه. Dimana saat itu kaum muslimin terbagi menjadi dua, kubu Ali dan Aisyah راضي الله عنهما. Perang ini dikenal sebagai perang Jamal. Banyak kaum muslimin yang Syahid dalam pertempuran itu, terutama Amar bin Yasir راضي الله عنه.
C. AL HARAJ PADA FASE MULKAN ADLDLAN.
Al Haraj ini bermula pada lahirnya faham Mu'tazilah, dimana orang-orang yang tidak menjadikan Al Qur'an sebagai Makhluk mereka akan di penjara bahkan di bunuh, seperti apa yang di alami oleh Imam Ahmad رحمه الله.
Al Haraj juga terjadi pada zaman Abbasiyah, dimana kaum Tartar membumihanguskan Baghdad yang kala itu menjadi Ibukota Abbasiyah. Dimana jutaan kaum muslimin tewas hanya dalam waktu kurang dari 8 jam saja.
Al Haraj pada zaman kekhilafan Ottoman pun terjadi, dimana saat itu siapa saja yang masih menganut hukum Allah dan memperjuangkan Khilafah, mereka tak lain harus di bunuhnya.
D. AL HARAJ PADA FASE MULKAN JABARIYAN (sekarang)
Dan kita sekarang sedang melihat juga banyak terjadi Genosida dibelahan dunia yang mana kaum muslimin singgah. Iraq, Suriah, Palestina, Mesir, Libya, Afghanistan, Pakistan, Kashmir, Rohingya, Uighur, Filipina, Al Jazair, Chechnya, Bosnia, Khazakhstan, bahkan juga di Indonesia mulai dari Tragedi Darul Islam, Aceh, Ambon.
E. AL HARAJ PADA FASE KHILAFAH IMAM MAHDI
Fase ini juga terdapat Haraj, tetapi bedanya Haraj ini tidak hanya berdampak pada kaum muslimin, juga berdampak pada seluruh manusia. Al Haraj ini terbagi Dua. Al Haraj pada Masa sebelum dan saat Kekhilafan Imam Mahdi dan Al Haraj Pada zaman kekhilafan yang di pegang oleh Isa عليه السلام.
Al Haraj pada zaman Imam Mahdi itu berlangsung saat pergantian Fase Mulkan Adldlan dan akhir Mulkan Jabariyan, sebagai korbannya adalah kaum muslimin.
Al Haraj ini pun berlangsung saat kepemimpinan Imam Mahdi, tetapi berdampak pada seluruh umat manusia, yakni saat pembaiatan Imam Mahdi, kaum muslimin yang bersemangat memenuhi panggilan khilafah tak luput dari sasaran kaum murtad liberal yang menginginkan terus menerus bela negara, kesukuan, kenasionalismean, maka dari itu Rasul ﷺ bersabda : "Barangsiapa dari kalian mendapatinya (Imam Mahdi), maka berbaiatlah walau dalam keadaan merangkak di atas salju" (Abu Dawud 4072)
Al Haraj pada saat kepemimpinan Imam Mahdi berawal dari Dukhan, Menaklukkan Jazirah Arab, Memerangi Persia Syiah, Perang besar di Dābiq, dan Penaklukan konstantinopel. Hingga Al Haraj itu semakin besar ketika Dajjal turun.
Al Haraj pun terjadi pada saat umat ini dipimpin oleh Isa عليه السلام. tetapi tidak berdampak pada Kaum Muslimin kecuali Orang-orang dari Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani).
Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid berkata, telah menceritakan kepada kami Hammam bin Yahya dari Qatadah dari 'Abdurrahman bin Adam dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada Nabi antara aku dan dia -maksudnya Isa عليه السلام-. Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi ataupun pendek), berkulit merah keputih-putihan, mengenakan kain berwarna kekuningan. Seakan rambut kepala menetes meski tidak basah. Ia akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, ia memecahkan salib, membunuh babi dan membebaskan jizyah (pajak). Pada masanya Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan akan tinggal di dunia selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya." (Abu Dawud 3766)
Dan Al Haraj ini Allah angkat kesisiNya setelah Allah musnahkan Ya'juj Ma'juj pada zaman Isa عليه السلام nanti.
Maka persiapkanlah apa yang kita semua sanggupi untuk menghadapi Al Haraj ini. Pelajari Tauhid, Akidah dan Iman sedari dini, selagi bisa.