PERBANDINGAN SKEMA KPR KONVENSIONAL DENGAN KPR SYARIAH TANPA BANK

PERBANDINGAN SKEMA KPR KONVENSIONAL DENGAN KPR SYARIAH TANPA BANK

Bursa KPR Syariah

💢 KPR syariah Tanpa Bank itu kok malah lebih mahal ⁉

JAWAB

1⃣ Mahal itu menurut siapa? Mahal dibanding rumah daerah mana? Sama tidak fasilitas dan bahan bangunannya?


2⃣ Apakah ada dalil di dalam Al Qur'an dan Sunnah bahwa konsep "Syariah" harus lebih murah dibandingkan konsep konvensional ⁉
Jangan sampai kita membuat persepsi bahwa "Syariah = Murah" . Tidak ini keliru !
Yang benar adalah "Syariah = Berkah" Ini yang benar !


3⃣ Jangan bandingkan kami dengan rumah level SUBSIDI !!
Karena Perumahan bersubsidi otomatis disubsidi pemerintah, dan pastinya wajib menggunakan pembiayaan BANK. Sedangkan kami menggunakan konsep Tanpa Bank.


>> Mari kita bedah pelan2 perbandingan KPR Bank dengan Skema Tanpa Bank

🏡 Asumsi Unit KPR syariah terbeli dgn harga Kredit 500 juta 🏡


Ilustrasi Alur setelah pembelian

1. Pembeli nyicil DP 150 juta selama 6 bulan

2. Developer Syariah bangun rumah setelah DP lunas dan 6 bulan kemudian diserahkan ke pembeli.

3. Saat serah terima rumah, situasi nya adalah :

👉 Dalam 1 tahun, pembeli sudah tempati rumah.

👉 Dalam 1 tahun, developer baru terima uang 150 juta lebih sedikit (karen ada tambahan angsuran)


4. Setelah serah terima rumah, resiko sekarang pindah ke developer Property Syariah untuk 9 tahun ke depan, yaitu :

💢 Sanggup kah pembeli tetap bayar sampai 9 tahun ke depan ⁉

💢 Jika pembeli tidak sanggup, maka developer harus cari cara bersama memikirkan pembeli

💢 Jika rumah nya kebakaran, developer kan rugi karena di sini tidak ada asuransi (haram) 📛

💢 Jika pembeli meninggal, masih sanggup kah istri nya (yang tidak bekerja) melanjutkan pembayaran⁉ Dan lagi2 Developer kan rugi karena disini tidak ada asuransi (haram) 📛


KESIMPULAN :

✅ Pembeli cuma menanggung resiko 1 tahun

✅ Developer Property Syariah menanggung resiko 9 tahun


Bener nih pembeli masih tetap mau pakai skema Bank?


Ini ilustrasinya :

🔶Saat tandatangan KPR Bank, muncul biaya2 yaitu:

🔸Provisi 1%... 5juta

🔸Admin 0.1....500ribu

🔸Premi kebakaran:300ribu

🔸Premi jiwa 300ribu

🔸Appraisal 400ribu

👉 Total 6,5 juta ‼ 😱


🔶 Anggap 1 tahun angsuran lancar, sudah terbayar 100 juta. Masih kurang bayar 400 juta. Ternyata bulan berikutnya, suami di PHK dan lalu menunggak bayar 10 bulan.


Maka:

♨ Didenda 5%/bln = 25juta/bln atau 125juta dlm 10 bulan. Akhirnya hutang nya malah nambah jadi 525juta ‼ 🙀


Tidak sanggup bayar denda? Maka Bank akan melelang dibawah harga pasar.

Ingat kasus Lelang rumah mewah Kades ratusan juta terjual hanya 55 juta ⁉


🏡 Sekarang mari kita lihat skema TANPA Bank 🏡


✅ Di awal tanda tangan akad Istishna, TIDAK ADA biaya-biaya _Pembeli hemat 6,5juta ‼😻

✅ Saat terlambat, TIDAK KENA denda 5%/bulan karena RIBA ‼😘

✅ Saat sudah tidak sanggup bayar angsuran Kredit, Developer bersama Pembeli menjual rumah SESUAI HARGA PASAR !


Ilustrasi rumah dijual setelah 1 tahun :

👉 Harga awal Kredit 500juta

👉 Pembeli sudah bayar misal total 200 jt

👉 Masih hutang ke developer 300 juta

👉 Rumah laku 550 juta 

(Sesuai harga pasar)


Maka:

👉 Developer terima 300juta

👉 Pembeli terima 250juta

kok malah untung ⁉🤑 Alhamdulillah


Bagaimana kalau debitur KPR BANK setelah bayar 200 juta lalu mau melunasi sisanya semuanya?


Ilustrasi...


Muncul biaya baru yaitu

🔸 Penalti 2% dari sisa nya : 6juta

🔸Biaya Adm : 300 ribu

👉 Total 6,3juta ⁉ 🙀


Jadi yang dibayar 300juta+ 6,3juta = 308,3juta 😱 ⁉


✅ Developr Property Syariah , TIDAK ADA biaya penalti, karena Pinalti = RIBA.😘


Sekarang, lebih UNTUNG mana pakai KPR Bank atau TANPA Bank? 


Jawab yang jujur yaa !


Untuk Update Project Property Syariah di seluruh Indonesia. Pastikan hanya di 

>> http://bursakprsyariah.com